Tembakau Gayo merupakan tembakau yang bersumber atau berasal dari dataran tinggi Gayo yang meliputi tiga kabupaten di Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Hingga kini, tembakau Gayo terus dibudidayakan oleh petani dan dibantu oleh pihak pemerintah. Potensi tembakau Gayo punya nilai ekonomi yang tinggi dan dapat membantu ekonomi petani. Maka dari itu, keberadaanya terus dipertahankan sampai saat ini.

Tembakau Gayo Sudah Ada Era Belanda

Jauh sebelum kopi Gayo di kenal dunia, tembakau Gayo sudah terlebih dahulu exis di Aceh Tengah. Menurut catatan sejarah, pada tahun 1920-an di wilayah Gayo kopi masih ditanami jenis robusta yang harganya sangat murah di banding harga tembakau yang jauh lebih mahal. Namun kala itu petani tembakau hanya membuat tembakau yang berwarna merah dan kuning belum ada yang dibuat versi warna hijau.

Tembakau Hijau Punya Rasa yang Unik

Karakter rasa yang unik mengeluarkan aroma ganja, padahal tidak ada tambahan campuran apapun. Untuk mendapat bau aroma ganja tersebut, hanya akan dari dataran tinggi Gayo, Tentu hal ini merupakan kelebihan dari tembakau hijau gayo sehingga memiliki banyak peminatnya terutama di pulau jawa

Tembakau Hijau Lahir di Era Modern

Mulai booming pada tahun 2015-2016, harga tembakau hijau tembus Rp300 ribu sampai Rp600 ribu per kilogramnya. Walaupun saat ini harganya terus turun, namun produksi tembakau hijau ini akan tetap ada karena beberapa petani di wilayah Aceh Tengah menggantungkan hidupnya dari tembakau ini.

Lebih lebih lagi akibat banjir bandang tahun 2025 silam yang menghanguskan perkebunan dan sawah mereka di wilayah Bintang dan Kenawat Aceh Tengah, tembakau inilah satu satunya komoditas yang masih bisa di tanami di area tersebut dan bisa dipanen dalam kurun waktu 4 bulan. Maka sebagian petani dari komoditas inilah mereka mendapatkan rezekinya setelah sawah dan kebun kopinya tiada akibat banjir bandang.

Tembakau Hijau Tetap Exsis Hingga Kini

Tetap exsis di kalangan pecinta kretek, karena rasa yang melekat begitu kental dan karakter rasanya hanya ada pada tembakau hijau gayo tidak ada yang sama dimana pun dengan tembakau gayo sehingga akan selalu di cintai terbukti permintaan tembakau hijau masih begitu tinggi di lapangan.

Tembakau Hijau Kretek

Mulai dari tahun 2020, tembakau hijau sudah mulai diproduksi menjadi kemasan rokok kretek secara resmi dan mempunyai cukai. Bahkan, sudah hampir tiga perusahaan di Aceh membuat rokok dengan bahan baku tembakau hijau Gayo. Selain kretek, sebagian perusahaan juga telah membuat dalam bentuk filter dan cerutu yang isinya dari tembakau Gayo.