YOGYAKARTA – Muhammad Anhar, mahasiswa asal Tanoh Gayo yang menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil mengharumkan nama daerah melalui inovasi HUB IMAGE. Bersama empat anggota tim lainnya, Anhar meraih medali emas atau Juara I pada kategori Riset Literasi Inovasi dan Teknologi dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026. Sabtu, 7 November 2026
Anhar tidak hanya menjadi anggota tim, tetapi juga berperan sebagai ketua sekaligus project lead dalam pengembangan HUB IMAGE. Inovasi tersebut merupakan media pembelajaran sejarah interaktif yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar lebih menarik, inklusif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
HUB IMAGE menggabungkan media kartu pembelajaran dengan platform berbasis website. Inovasi ini memanfaatkan teknologi QR Code dan fitur Braille untuk membantu memperluas akses terhadap materi sejarah. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran sejarah tidak hanya disampaikan melalui teks, tetapi juga dikembangkan menjadi pengalaman interaktif yang memperhatikan kebutuhan pengguna yang beragam.
Tim HUB IMAGE terdiri atas Muhammad Anhar, Fariha Zuyyina Zahrof, Adiba Zannuba Khafifah, Adham Bachtiar, dan Rahma Annisa. Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Prestasi tersebut diraih dalam OASE III PTKIN 2026, kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari 54 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 3–7 November 2026, dengan pengumuman penghargaan dan penutupan dilaksanakan pada 6 November 2026 di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Bagi Tanoh Gayo, keberhasilan Muhammad Anhar menjadi salah satu kabar membanggakan dari generasi muda daerah yang mampu berkontribusi melalui inovasi dan riset di tingkat nasional. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pembelajaran dapat berjalan beriringan dengan upaya menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif.
Melalui HUB IMAGE, Anhar bersama timnya membawa gagasan bahwa pembelajaran sejarah seharusnya dapat diakses oleh lebih banyak orang. Inovasi tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana kreativitas mahasiswa dapat dikembangkan menjadi solusi pendidikan yang memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta didik.







