YOGYAKARTA – Kabar membanggakan datang dari industri perfilman Tanah Air. Film Black Coffee garapan sutradara Jeremias Nyangoen resmi terpilih untuk bersaing dalam kategori Main Competition di ajang bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-21. Minggu, 8 November 2026.

​Kabar ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi rumah produksi Heart Pictures (@heartpictures.id). Kehadiran film yang terinspirasi dari kisah nyata (Inspired By a True Story) ini sekaligus menjadi momen penting bagi representasi narasi lokal di kancah sinema internasional.

​"Sebuah kehormatan dan kebanggaan untuk membawa kisah dari Tanah Gayo menjadi bagian dari salah satu perayaan sinema terbesar di Indonesia," tulis perwakilan Heart Pictures dalam keterangannya.

​Pihak rumah produksi juga menyampaikan apresiasi kepada JAFF dan seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan karya ini.

"Perjalanan Black Coffee akan dimulai dari Jogja. Jadilah yang pertama dalam menyambut film ini di JAFF 21," ajak akun tersebut kepada para penikmat film.

​Lolosnya Black Coffee ke kompetisi utama JAFF 21 membuktikan bahwa cerita-cerita berlatar kearifan lokal seperti Tanah Gayo memiliki daya pikat dan kualitas yang mampu bersaing di festival berskala Asia.

Karya dari Heart Pictures yang bekerja sama dengan Brandlink ini kini menjadi salah satu suguhan yang paling dinantikan di festival tersebut.

Diketahui, lokasi syuting utama yang dilakukan dalam proyek ini adalah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Poster film "Black Coffee" karya sutradara Jeremias Nyangoen yang resmi berkompetisi dalam kategori Main Competition di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-21.

Film Black Coffee (2026) dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia yang berkolaborasi dengan talenta dan seniman lokal dari Tanah Gayo, Aceh.

Berikut adalah jajaran pemain utama beserta peran yang dimainkan:

Reza Rahadian sebagai Onot: Tokoh utama pria, seorang suami tunanetra yang hidup mandiri sebagai petani kopi di Dataran Tinggi Gayo.

Sha Ine Febriyanti sebagai Rabiah: Tokoh utama wanita, istri dari Onot yang juga tunanetra dan mengalami kehamilan ajaib di usia senja.

Asmara Abigail: Salah satu aktris ternama nasional yang memegang peran krusial dalam dinamika cerita.

Kabri Wali: Seniman senior sekaligus tokoh budaya lokal Gayo (Ceh Didong) yang ikut beradu akting.

Hafidz Al Mukhtariza: Aktor muda yang memulai debut peran pentingnya dalam proyek layar lebar ini.

Selain nama-nama di atas, produksi film dari Heart Pictures ini juga melibatkan puluhan warga lokal dan tokoh dari Dataran Tinggi Gayo tersebut sebagai aktor pendukung untuk menjaga keaslian budaya dan dialek bahasa Gayo yang digunakan sepanjang film ini.