BENER MERIAH – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama BKSDA, WWF, Tim Pengamanan dan Penggiringan Gajah (TPGL), aparatur kampung, serta masyarakat akan melaksanakan penggiringan kawanan gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo, pada Minggu, 8 November 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Jadwal tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Jumat, 6 November 2026, di Aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo, dihadiri BPBD, Forkopimcam, BKSDA, WWF, para Reje Kampung, dan TPGL.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP, MAP mengatakan, sebanyak 50 personel akan dilibatkan dan disebar di seluruh kampung dalam wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo.

“Kegiatan dipimpin Camat bersama Forkopimcam sebagai koordinator lapangan, dengan pendampingan teknis dari BKSDA dan unsur terkait,” kata Ilham.

Ilham menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama selama proses penggiringan berlangsung.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak pergi ke kebun, tidak mendekati lokasi keberadaan gajah, serta membatasi aktivitas di luar rumah selama penggiringan berlangsung,” ujarnya.

Pergerakan kawanan gajah, sambungnya, dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Ilham kemudian memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Pintu Rime Gayo agar pada waktu tersebut, masyarakat tidak beraktivitas ke ladang, kebun dan hutan.

“Membatasi aktivitas di luar rumah dan tidak berkeliaran, terutama di sekitar lokasi penggiringan dan jalur perlintasan gajah,” jelasnya.

Dia juga melarang anak-anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan, khususnya di wilayah yang berpotensi dilalui kawanan gajah. Tidak mendekati, menonton, mengejar, memprovokasi, atau melakukan penggiringan gajah secara mandiri.

“Tidak menggunakan petasan, api, atau tindakan lain yang dapat memicu kepanikan dan perilaku agresif gajah,” tambahnya.

Segera menjauh ke tempat aman apabila melihat kawanan gajah dan melaporkan keberadaannya kepada Reje Kampung atau petugas.

Terakhir, kata Ilham, masyarakat mematuhi seluruh arahan petugas, termasuk apabila diperlukan pembatasan akses atau evakuasi sementara demi keselamatan.

Selain itu, BPBD juga meminta seluruh Reje Kampung segera menyosialisasikan jadwal penggiringan dan imbauan keselamatan ini kepada masyarakat melalui pengumuman kampung maupun saluran komunikasi lainnya.

“Jangan jadikan kegiatan penggiringan sebagai tontonan. Kami meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada aktivitas ekonomi sementara. Kami berharap seluruh masyarakat mematuhi imbauan ini agar tidak terjadi korban,” tambah Ilham Abdi.

BPBD Bener Meriah menegaskan bahwa penggiringan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan manusia serta perlindungan satwa liar.

“Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memasuki area penggiringan hingga dinyatakan aman oleh petugas,” tutup Ilham.