PIDIE – BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyikapi polemik pengibaran bendera Bulan bintang di Aceh.
Dek Fadh juga mengingatkan agar tidak ada tindakan kekerasan terhadap masyarakat dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan itu berkembang menjadi konflik yang lebih besar," kata Fadhlullah kepada media melansir Antara, Kamis, 5 November 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadhlullah menyusul insiden penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11).
Dalam insiden tersebut, sebanyak 14 warga dilaporkan menjadi korban. Sebanyak 13 orang mengalami luka-luka, sementara satu orang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Fadhlullah mengingatkan seluruh pihak agar tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penyelesaian persoalan.
"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa," ujarnya.
Polemik terkait pengibaran bendera Bulan Bintang, kata Dek Fadh, harus diselesaikan secara bermartabat, dengan mengedepankan dialog dan sikap kepala dingin.
Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya berujung pada jatuhnya korban jiwa maupun rusaknya hubungan persaudaraan di tengah masyarakat Aceh.
"Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," ujarnya.
Fadhlullah mengaku sangat sedih dan prihatin atas insiden tersebut. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
"Kami tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan," demikian Fadhlullah.






