Hujan deras yang turun berjam-jam dapat dengan cepat mengubah sungai kecil menjadi arus deras dan membuat lereng yang jenuh air runtuh. Banyak korban bencana hidrometeorologi bukan karena tidak ada peringatan, melainkan karena keluarga belum punya rencana. Persiapan sederhana dapat membuat perbedaan besar.

Sebelum Musim Hujan

  • Kenali risiko tempat tinggal Anda. Apakah rumah berada di bantaran sungai, dataran rendah, atau di bawah lereng curam? Tanyakan kepada perangkat desa atau badan penanggulangan bencana daerah tentang wilayah rawan di sekitar Anda.

  • Tentukan jalur dan titik evakuasi. Sepakati dengan seluruh anggota keluarga ke mana harus pergi dan di mana berkumpul jika terpisah.

  • Bersihkan saluran air. Selokan dan gorong-gorong yang tersumbat sampah memperparah genangan.

  • Siapkan tas siaga. Isi dengan dokumen penting dalam kantong kedap air, obat-obatan rutin, senter, baterai cadangan, pengisi daya portabel, air minum, makanan siap santap, pakaian ganti, dan sedikit uang tunai.

  • Simpan nomor penting. Catat nomor darurat setempat, puskesmas, aparat desa, dan kerabat di luar daerah.

Waspadai Tanda-tanda Bahaya

Untuk tanah longsor, perhatikan retakan baru di tanah atau dinding, pohon dan tiang yang mulai miring, mata air yang tiba-tiba muncul atau air yang berubah keruh, serta suara gemuruh dari arah lereng. Untuk banjir, waspadai hujan lebat yang tidak berhenti di daerah hulu dan kenaikan muka air sungai yang cepat.

Jika tanda-tanda itu muncul, jangan menunggu air masuk ke rumah. Segera pindah ke tempat yang lebih aman.

Saat Bencana Terjadi

  • Utamakan keselamatan jiwa, bukan harta benda.

  • Matikan aliran listrik dari meteran jika air mulai masuk dan kondisi masih aman untuk melakukannya.

  • Jangan berjalan atau berkendara menembus arus banjir. Air setinggi lutut yang mengalir deras sudah cukup untuk menjatuhkan orang dewasa.

  • Jauhi lereng, tebing, dan aliran sungai selama hujan lebat masih berlangsung.

  • Dahulukan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

  • Ikuti arahan petugas dan informasi resmi, bukan kabar berantai yang belum jelas sumbernya.

Setelah Bencana

Jangan langsung kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman, karena longsor susulan dan banjir kiriman masih mungkin terjadi. Saat membersihkan rumah, gunakan sepatu bot dan sarung tangan. Buang makanan yang terendam air banjir dan pastikan air minum dimasak atau berasal dari sumber yang aman.

Waspadai penyakit yang sering muncul setelah banjir seperti diare, penyakit kulit, dan leptospirosis. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila muncul demam, nyeri otot, atau gejala lain setelah terpapar air banjir.

Perhatian Khusus untuk Anak dan Lansia

Jika di rumah ada bayi, sediakan susu, popok, dan perlengkapan bayi untuk beberapa hari di tas siaga. Untuk lansia dan anggota keluarga dengan penyakit kronis, siapkan obat rutin serta salinan resep atau catatan dokter. Ajarkan anak-anak nama lengkap orang tua dan nomor telepon yang bisa dihubungi, atau tuliskan di kartu yang mereka bawa.

Kesiapsiagaan Bersama di Kampung

Keselamatan juga ditentukan oleh kesiapan lingkungan. Warga dapat menyepakati tanda peringatan bersama, misalnya bunyi kentongan atau pengumuman dari pengeras suara masjid, ketika air sungai naik atau tanda longsor terlihat. Pantau bersama kondisi lereng dan saluran air setelah hujan lebat, catat rumah-rumah yang dihuni warga lanjut usia atau penyandang disabilitas, dan pastikan ada yang bertugas membantu mereka saat evakuasi.

Kesiapsiagaan Dimulai dari Rumah

Bencana tidak selalu bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa dikurangi. Luangkan waktu satu sore untuk membicarakan rencana darurat bersama keluarga dan menyiapkan tas siaga. Persiapan kecil itu bisa menyelamatkan nyawa ketika keadaan genting.