Inflasi Argentina Tertinggi, Cek Faktanya


INDEC (Institut Statistik dan Sensus Nasional) mencatat bila inflasi yang terjadi di Argentina saat ini mencapai angka 83% per September dan angka tersebut bisa semakin meningkat setiap tahun dan angka tahun ini adalah yang paling tinggi dalam kurun waktu 30 tahun. 

Bahkan Argentina di bulan September mengalami naiknya harga bahan pokok dan lainnya sebesar 6,2% dibandingkan Agustus. Selain itu mereka juga mengalami lonjakkan harga hingga 66,1% pada 9 bulan pertama di 2022. Bila kita mencari tahu tentang kenaikan tertinggi di Argentina, hal tersebut pernah terjadi pada tahun 1991. 

Saat ini, pemerintah Argentina sendiri sedang berusaha untuk memerangi masalah inflasi yang melanda negaranya. Sebab menurut survei, bila tidak ditangani dengan baik. Pada akhir 2022, angka inflasi bisa naik hingga 100,3%.

Pengertian Inflasi

Pengertian dari inflasi merupakan suatu keadaan yang lumrah dalam sektor ekonomi. Inflasi merupakan suatu keadaan yang terjadi dan di sebabkan adanya kenaikan harga, dimana kenaikan harga ini memang umum terjadi.

Suatu kondisi dapat disebut inflasi, jika dalam kondisi ini harga naik terus menerus. Inflasi juga bisa terjadi saat jumlah mata uang yang beredar di masyarakat melebihi yang dibutuhkan.

Inflasi merupakan fenomena ekonomi dan tidak dapat bisa dihilangkan sama sekali. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi terjadinya inflasi hanya dengan mengontrol atau mengendalikannya.

Apa yang menjadi penyebab terjadi inflasi?

Tentunya setiap hal yang terjadi, pasti memiliki penyebab. Begitu pula saat suatu negara mengalami inflasi yang membuat perekonomian di negara tersebut menjadi goyah. Berikut adalah beberapa faktor dari munculnya inflasi :

Tarikan permintaan

Pada umumnya inflasi ini terjadi karena adanya permintaan dan juga penawaran barang dan jasa yang sangat tinggi. Semua itu terjadi di dalam negara dan biasanya untuk waktu yang cukup lama. Serta umumnya dibutuhkan oleh masyarakat.

Inflasi ini biasa terjadi di suatu negara. Terutama negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Peluang kerja yang cukup tinggi akan menghasilkan pendapatan masyarakat yang tinggi.

Biaya produksi terlalu tinggi

Alasan selanjutnya mengapa bisa terjadi, dikarenakan adanya dorongan pada kenaikan biaya produksi. Walau memang hal seperti itu biasanya terjadi untuk jangka waktu yang tidak bisa diprediksi, namun bukan berarti tidak akan ada dan dapat memakan waktu lama.

Umumnya, inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan pada biaya produksi yang semakin lama makin tinggi. Inflasi juga kerap terjadi pada negara dengan ekonomi yang sedang berkembang dan bertumbuh.

Selain itu, inflasi juga bisa terjadi di dalam negara yang tumbuh dengan pesat, namun bila negara tersebut mempunyai angka pengangguran yang rendah. Biasanya jika hal seperti itu terjadi, supply tenaga kerja menjadi terbatas dan permintaan konsumen terhadap suatu barang menjadi meningkat.

Uang fisik beredar terlalu banyak

Walau masuk dalam teori klasik, namun ketika uang fisik yang beredar di tengah masyarakat melebihi kebutuhan. Hal seperti ini bisa menjadi pemicu munculnya inflasi, karena membuat harga barang/ jasa menjadi mahal dan bila terjadi secara berkala, maka ini dapat disebut dengan inflasi.

Kenaikan permintaan dan penawaran

Alasan inflasi dapat terjadi adalah karena adanya peningkatan penawaran dan permintaan. Hal seperti ini bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Saat permintaan suatu barang atau jasa meningkat. 

Maka akan terjadi pengurangan pasokan faktor-faktor produksi dan barang. Sedangkan barang substitusi atau pengganti dari jasa/ barang terbatas atau tidak ada. Keadaan menjadi tidak seimbang dan inilah yang nantinya menjadi penyebab harga naik.

Perilaku masyarakat

Inflasi ekspektasi merupakan inflasi yang diakibatkan oleh perilaku belanja dari masyarakat pada sebuah negara. Dimana mereka beranggapan bila keadaan ekonomi bisa menjadi lebih baik di masa mendatang. Ini merupakan jenis inflasi yang sulit untuk dideteksi, karena tidak bisa terlihat secara signifikan.

Struktural ekonomi menjadi kaku

Ketika ada produsen yang tidak bisa mencegah terjadinya kenaikan permintaan akan suatu produk karena pertumbuhan penduduk yang meningkat. Hal ini juga menjadi salah satu faktor pemicu dari inflasi, karena nantinya akan membuat produk tersebut sulit di dapatkan.

Hutang nasional

Ketika tingkat utang suatu negara meningkat, biasanya pemerintah mempunyai dua pilihan. Pertama, negara dapat memungut pajak. Kedua, pemerintah harus  mencetak uang dalam jumlah banyak, untuk melunasi utang negara. Jika pajak naik, usaha akan bereaksi.

Sehingga akan menaikkan harga. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi kenaikan dari tarif pajak perusahaan. Jika pemerintah memilih opsi yang kedua, maka akan berdampak pada arus kas perusahaan, masyarakat. Hal ini akan menyebabkan kenaikan harga dan devaluasi mata uang.

Luar negeri

Inflasi tidak cuma berasal dari alasan internal saja. Namun, inflasi juga dapat berasal dari penyebab eksternal. Biasanya faktor eksternal ini adalah faktor seperti harga minyak mentah sedang naik. Peningkatan bahan baku impor lainnya juga berdampak. Sebagai bahan dalam makanan dan minuman. Selain itu, peningkatannya terus berlanjut.