Pemuda Madiun Diduga Terlibat Bjorka


Baru-baru ini warganet Indonesia sempat dihebohkan dengan kemunculan Bjorka yang dianggap sebagai hacker yang mencuri data-data milik penduduk Indonesia. Selain itu sempat heboh pemuda yang berasal dari Madiun yang diduga memiliki kaitannya dengan Bjorka yakni MAH atau Muhammad Agung Hidayatullah.

Bahkan MAH sudah sempat dibawa polisi ke kantor lantaran dianggap sebagai sosok Bjorka. Namun kini MAH sudah kembali di kediamannya di desa banjarsari Kulon yang berada di kecamatan Dagangan yakni di kabupaten Madiun yang sempat membuat warga sekitar jadi ramai membicarakannya. 

Sang ibu yang bernama Prihatin juga menyampaikan rasa syukurnya karena istrinya sudah boleh pulang ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasanya. Pada saat kepulangannya di desa Banjarsari tersebut, sang ibu, Prihatin bersaksi bahwa putranya diantar oleh anggota dari polsek Dagangan yakni berjumlah dua orang.

Bahkan, kedua anggota Polsek Dagangan tersebut membawa MAH pulang ke rumahnya menggunakan mobil pribadi dan sampai di rumah pada pagi hari. Tepatnya sampai di rumah pada pukul 09:30 WIB.

Tidak sampai disitu saja, namun berdasarkan keterangan dari Prihatin menyebutkan bahwa, ayah MAH yakni Jumanto pun juga mendapatkan panggilan suara dari pihak Polsek Dagangan. Panggilan tersebut berlangsung sebelum MAH boleh dipulangkan ke rumahnya di kecamatan Dagangan, kabupaten Madiun tersebut.

Dalam saluran telepon tersebut, pihak dari Polsek Dagangan mohon kepada Jumanto untuk hadir ke Polsek Dagangan. Pada saat kejadian tersebut, Jumanto belum bisa memberikan keterangan mengenai kelanjutan MAH boleh pulang atau tidak.

Prihatin juga bersaksi setelah kepulangan sang buah hati dari Polsek Dagangan tersebut, ternyata MAH terlihat tidak memiliki energi yang banyak. Sebab, MAH sudah berada di kantor polisi polsek Dagangan dalam kurun waktu dua malam.

Kronologi Tertangkapnya MAH

Jika melihat dari proses bagaimana kronologi penangkapan MAH tersebut memang dinilai sangat berliku-liku. Kehidupan MAH sehari-harinya hanya membantu sang ibu ke pasar untuk melariskan dagangannya yaitu es. 

Polisi dari Polsek Dagangan telah berhasil menangkap Agung dengan datang langsung di rumahnya serta proses penangkapannya tersebut berhasil berkat bantuan dari Polres Madiun serta juga dari Tim Cyber Bareskrim Mabes Polri.

Diketahui, setelah tidak lama setelah Muhammad Agung ditangkap oleh pihak kepolisian tersebut, ternyata Bjorka mengunggah pesan dalam thread dengan akun media sosial Twitter miliknya sendiri.

Judul dari thread tersebut adalah “The Indonesian Government is Looking For Me?” yang diterjemahkan dengan “Apakah Pemerintah Indonesia Sedang Mencari Saya?”. Dalam thread yang sudah diunggahnya tersebut, Bjorka menyebutkan bahwa klaim yang sudah diberikan oleh pemerintah tentang identifikasi mengenai Bjorka sendiri adalah hal yang tidak benar atau hanya omong kosong belaka.

Nasib MAH Selanjutnya

Jika berbicara tentang MAH, memang sudah pernah dipulangkan setelah berada di kantor polisis ditahan selama dua malam. Namun, sebenarnya kini pun MAH sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyelidik.

Alasan kenapa akhirnya MAH dinyatakan sebagai tersangka setelah sempat dipulangkan karena menurut Kombes Ade Yaya selaku sebagai juru bicara dari divisi Humas Polri menyatakan bahwa MAH sempat terlibat sebagai anggota dari kelompok Bjorka.

Dalam pernyataan dari Ade tersebut menyebutkan bahwa MAH sudah terlibat perihal penyedia channel Telegram yang mengatasnamakan channel “Bjorkanism”. Tidak sampai disitu saja, Ade menambahkan bahwa motivasi yang membuat MAH ingin membuat channel tersebut adalah ingin panjat sosial, dikenal banyak orang dan meraih sejumlah uang.

Diketahui pada channel Telegram tersebut, MAH menyebarkan segala informasi yang sudah diunggah oleh Bjorka. Bahkan, Ade juga menambahkan bahwa ada unggahan di channel Telegram tersebut tentang unggahan dari Bjork dengan judul “stop being idiot” adi tanggal 8 September 2022. 

Belum selesai, di tanggal 9 September 2022 pun, ada unggahan baru yang judulnya adalah “the next leaks will come from the president of Indonesia”.

Berlanjut di tanggal 10 September 2022 pun ada unggahan dari MAH yakni dengan judul “to support people who has struggling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil, i will publish my Pertamina database soon”.

Demikian beberapa judul unggahannya dan MAH dijadikan tersangka. Kendati demikian, MAH tidak ditahan oleh polisi. Polisi memberikan perintah berupa MAh hanya  harus wajib lapor.

Terdapat keterangan dari Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo yakni, MAH selaku sebagai tersangka selama masa pemeriksaan, sikapnya selalu kooperatif. Maka dari itulah, polisi tidak menahan MAH dan hanya mengenakan wajib lapor saja.

Padahal, bisa dibilang jika dalam masalah seperti ini, MAH akan mendapatkan hukuman berdasarkan pada UU ITE. Namun, Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Ia belum bisa mendapatkan bagaimana detail dari kasus yang membawa MAH tersebut.