KPK Mulai Usut Kasus Korupsi Penyaluran Dana Fiktif UMKM di Jabar

KPK Mulai Usut Kasus Korupsi Penyaluran Dana Fiktif UMKM di Jabar

KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menginformasikan bahwa mereka telah membuka sebuah penyidikan baru untuk kasus dugaan dari tindakan pidana korupsi atas penyaluran dana yang bergulir secara fiktif yang telah dilakukan oleh LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi , Usaha Mikro . Kecil dan Menengah , di tahun 2012 hingga tahun 2013.

Ali Fikri selaku Plt. Juru Bicara dari KPK mengatakan bahwa saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah dan sedang melaksanakan sebuah kegiatan yaitu penyidikan untuk kasus dugaan korupsi yang terkait dengan penyaluran dana bergulir atau PDB yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi , Usaha Mikro . Kecil dan Menengah pada tahun 2012 hingga tahun 2013 yang terjadi di wilayah Jawa Barat dan telah terduga bahwa kegiatan tersebut fiktif.

Penetapan Beberapa Tersangka

Ali Fikri tidak menampik bahwa pihak dari Lembaga antirasuah bahkan telah dan sudah menetapkan beberapa tersangka untuk kasus tersebut. Hanya saja, Ali Fikri belum berkenan untuk membeberkan siapa saja nama yang telah dijerat dan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi akan penyaluran dana bergulir atau PDB Fiktif UMKM di Jawa Barat ini.

Menurut Ali Fikri, pengumuman tersangka tersangka tersebut nantinya akan disampaikan pada saat adanya upaya paksa akan penangkapan ataupun upaya penahanan.  Dijelaskannya bahwa terkait akan siapa saja pihak pihak yang telah ditetapkan oleh Lembaga tersebut sebagai tersangka, uraian atau rincian akan perbuatan tindak pidana korupsi, hingga bahkan dugaan untuk pasal pasal yang telah disangka kan, sampai saat ini pihak Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) belum dapat menyampaikannya kepada para wartawan dan masyarakat seluruh Indonesia.

Ali Fikri pun menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan untuk setiap perkembangan akan seluruh kegiatan yang terjadi di dalam proses penyidikan kasus tersebut. Ali Fikri pun berharap kepada para wartawan dan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat turut memantau akan perkembangan kasus korupsi ini setiap harinya.

KPK Mulai Usut Kasus Korupsi Penyaluran Dana Fiktif UMKM di Jabar

Data Dari Seluruh Wartawan Sangat Dibutuhkan KPK

Dilakukannya , bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sangat mengharapkan dukungan dari seluruh wartawan dan seluruh masyarakat Indonesia sebagaimana di antaranya bila mempunyai sebuah informasi yang terkait mengenai kegiatan kegiatan yang telah dimaksudkan dan dijelaskan sebelumnya untuk segera dapat menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh tim penyidik ataupun dapat memberikan informasi melalui sebuah layanan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) yang terdapat di call center : 198 .

Ali Fikri juga menghimbau kepada seluruh pihak untuk mempermudah proses penyedikian baru oleh Lembaga antirasuah ini. Untuk setiap pihak pihak yang akan dan telah dipanggil, diharapkan untuk dapat hadir dan dapat memberikan seluruh keterangan yang sebenar – benarnya dan yang sesuai dengan data yang dimiliki oleh tim penyidik dan memberikan informasi yang dapat membantu para penyidik untuk menyelesaikan proses ini.

Ali Fikri meminta untuk seluruh tersangka atau pihak pihak saksi yang dipanggil oleh penyidik bersikap kooperatif dan dapat membantu para penyidik untuk menyelesaikan kasus ini.

Sementara itu, didalam proses mengusut kasus tindak pidana korupsi tersebut, tim dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah menjadwalkan akan memeriksa 3 orang dan berlokasi di Gedung Merah Putih di KPK .

Dengan bertempat di Gedung merah putih milik KPK, tim penyidik yang menangani proses hukum ini telah menjadwalkan atas pemanggilan saksi saksi tersebut. Ali Fikri pun membeberkan informasi data dari ketiga orang yang akan diperiksa oleh penyidik sebagai saksi. Ketiga saksi kasus dugaan korupsi tersebut adalah :

  1. Asep Adipurna yang menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis II untuk masa jabatan di tahun 2013 ,
  2. Yayat Supriyatna yang menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis II untuk masa jabatan di tahun 2012 , dan 
  3. Syahrudin yang menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis I .

Ali Fikri menjelaskan bahwa pemanggilan para saksi tersebut untuk memperdalam pemeriksaan dan menggali informasi yang diperuntukan untuk melengkapi bukti bukti terkait kasus yang sedang dihadapi kali ini dan dapat menjerat para tersangka.

Ali Fikri pun telah menjanjikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) akan selalu menyampaikan setiap perkembangan akan kegiatan dari penyidikan ini kepada wartawan dan diteruskan kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga para masyarakat juga dapat mengawal kasus ini hingga selesai.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Ali Fikri pun yakin bahwa kasus ini akan cepat terselesaikan dan dapat selesai dengan sangat transparan sehingga tidak akan ada lagi kasus serupa yang terjadi.

Mari kita bantu mengawal proses penyidikan ini hingga kasus ini dapat diselidiki dengan lancar dan dapat segera diselesaikan dengan baik tanpa harus memakan banyak waktu.